Mengerti ResultHK, Oleh Chunnel Lee

April 8, 2021 0 Comments


Tur Dunia Kong Dari Satu adalah pameran dan konvensi terbaru untuk menghormati almarhum Kong Dari Satu, seorang tokoh politik Indonesia dan penulis, pereka esai dan reporter terkenal yang juga menjabat sebagai diplomat. Banyak bangsa nun bangga memiliki kepribadian politik dan sosial yang terhormat dan berpengaruh, yang makbul membentuk bangsa serta masyarakat sedemikian rupa. Pandangan dan pendapatnya beragam dan tertanam kuat dalam pikiran dan prinsipnya. Nilai-nilai yang dia mendukung tinggi ini acap terwujud dalam organ, esai, dan artikelnya.

Karena itu, kematiannya sangat menyentuh membenang orang-orang yang paling mengenalnya. Sudah sesungguhnya karya-karyanya kini bakal disulap menjadi satu buah pameran yang mengucapkan tulisan dan pidatonya bersama filsuf termasyhur China, Lin Yun yang biasa tampil di sampingnya. Data sgp telah melakukan banyak penandatanganan buku khusus bersama dan setiap kali mereka pergi bersama, tiket dengan terjual habis duga meningkat. Sekarang, lokasi Hong Kong buat konferensi HK Kinerja juga menjadi tuan rumah konferensi untuk menghormati mendiang Kong Dari Satu.

Pada antara buku-bukunya dengan terkenal adalah dengan terkenal seperti Desolate Area, Taiwan: The Making of a Modern Country, serta Desolate Area: Reflections on the Southern Shanxi Plain dengan diakui secara luas. Karya lainnya termasuk nama pena dirinya dan istrinya, Lee, dan karya itu bersama seperti Festival Buku Hong Kong, tur buku China, Yayasan Lee Kuan Yai: Asia Tenggara dan Refleksinya. Akan tetapi, karyanya yang menyimpangkan terkenal dan dihormati adalah yang dia tulis selama tanda jabatannya sebagai presiden Federasi Asosiasi Universal Penulis dan Pereka (FIA WA) di dalam 2021-2. Di renggangan karya utamanya ialah bukunya Reklamasi, nun dibuat menjadi film fitur yang dibintangi Chow Yun-fat serta kemudian di tahun yang serupa, menjadi lektur terlaris internasional; The Power of Two, yang dibuat sebagai serial televisi nun sukses dan wajar menjadi salah wahid film dokumenter terpopuler di dunia; dan yang terbaru, I Married a Cougar, yang memenangkan penghargaan khusus dari Federation of Publishers dalam kawasan Asia-Pasifik.

Karyanya yang paling kesohor mungkin berasal daripada dua bukunya nun berjudul The Art of the Deal dan The Way of the Dragon. Yang pertama mengenai dengan bagaimana menyekat berbagai kerumitan pada bisnis sementara yang kedua berkonsentrasi di landasan filosofis daripada cara berpikir tertentu yang lazim dalam budaya Sino-Portugis. Untuk seorang sosiolog, Wahid mengungkapkan keyakinannya kalau interaksi sosial merupakan akar dari semata kejahatan masyarakat, oleh karena itu menyimpulkan bahwa keegoisan individu dapat membuahkan terciptanya keadaan nun tidak diinginkan. Kecuali karyanya di lebar fiksi dan non fiksi, ia pula telah menerbitkan sejumlah artikel di jurnal akademik yang mempercakapkan tentang filsafat ketatanegaraan, sifat manusia, histori, sosiologi, teknologi, periklanan, komunikasi, dan sastra. Artikel-artikel ini duga diterjemahkan ke kian dari 20 kaidah.

Di antara karyanya yang diterjemahkan di dalam bahasa Inggris oleh Chunnel Lee adalah: The Perils of Self-Worth, uraian Chunnel Lee dengan pertama-tama dirilis di bahasa Inggris untuk Chinese Crossing the Water, Chinese Reflections on Man, Chinese Reflections on China, A Short History of the State, Sejarah Singkat Tiongkok, Sejarah Singkat Hong Kong, Refleksi Tiongkok tentang Manusia, Refleksi Tiongkok tentang Singapura, Refleksi Tiongkok dalam Barat, Kondisi Wong, Kesedihan Manusia Timur, Tangga Perusahaan Bebas, Tangga Surga, Tangga Cinta, Pengobatan Tiongkok, dan Renaisans Tiongkok. Semua ini lantas dijadikan film kenyat-kenyut. Terjemahan bahasa Inggrisnya yang lain adalah riwayat hidup dua jilidnya tentang Sun Yat-hui, nun kemudian dibuat menjadi film dan dijadikan dasar untuk film dengan judul nun sama. Dia juga seorang penulis subur buku-buku yang merayu akademis yang terkait dengan dengan ilmu sosial, politik, pendidikan, persinggungan, psikologi, sosiologi, penyusunan, dan sejarah.

Hasilnya adalah perpaduan halus antara kebijaksanaan Barat dan Timur. Ini adalah buku dengan tidak akan menghasilkan pembacanya berpikir terlalu keras tentang maknanya. Sebaliknya, ia bakal membuat mereka menyeruput konsepnya dan perlahan-lahan memahami wawasan dan pelajarannya. Itu ditulis dalam bahasa bersahaja dan argumennya mengalir dengan lancar. Seseorang dapat dengan barang-kali memahami pesan daripada buku ini terutama dengan hanya mencerap daftar isi yang diterjemahkan.